Author Archives: marzuki

Pengalamanku Terkena Covid 19

Pengalamanku Terkena Covid 19

Pengalamanku Terkena Covid 19

Minggu, 4 Juli 2021 adalah hari dimana saya mendapatkan vaksin Covid-19 yang pertama kalinya. Saat mendapatkan vaksin covid-19 pertama kalinya dilengan yang disuntik sama sekali tidak merasakan sakit. Bahkan biasanya aku sering begadang setelah mendapatkan vaksin Alhamdulillah malah bisa tidur pulas.

Masing- masing orang akan merasakan pengalaman yang berbeda / efek yang berbeda setelah mendapatkan vaksin pertama. Kalau aku pertama kali divaksin yang saya rasakan adalah ngantuk yang luar biasa, akan tetapi tidak bisa tidur. Tapi malamnya tidur pulas dan enak banget.

Selang 3 hari kemudian yakni pada hari Rabu, 7 Juli2021 badan terasa panas dingin dan mulai merasakan makan sudah tidak enak. Disini maksudnya makan tidak enak bukan berarti tidak berasa ya, akan tetapi nafsu makan seperti berkurang . Pada tanggal tersebut indera penciumanku masih normal dan belum ada tanda- tanda kalau saya terkena Covid-19.

Pada hari Kamisnya sarapan dan makan siang sudah bau eneg banget sama bau bawang putih. Dan semakin menjadi merasakan makan tidak enak. Kesukaanku makan daging kambing pas pulang kerja mampir beli tongseng kambing. Setelah pulang aku makan ternyata masih sama saja dimulut masih tidak enak.

Meskipun tidak begitu merasakan nikmat saat makan tetap tak paksakan makan. Dan aku juga beli roti bantal di minimarket untuk amunisi pada malam harinya. Setelah selesai makan aku minum obat Intunal. Setelah minum obat tersebut lumayan berkeringat dan lumayan enteng sudah tidak merasakan pusing dan pegal- pegal dibadan.

Hari Jum’at , Sabtu dan Seninnya aku dapat jatah WFH (Work From Home). Sepulang sampai rumah aku pastikan tetap jaga jarak sama anggota keluarga dan juga menggunakan masker. Sebelumnya aku info dulu sama masku kalau saat itu aku ada gejala covid-19. Akan tetap tidak segera aku test. Karena waktu itu indera perasa dan penciumanku masih normal. Mulai hari Sabtu badan terasa pegal- pegal kembali. Aku minta tolong sama kakakku untuk kerokin badanku dan mengkrutuk punggungku. Terasa lumayan nyaman dan sudah tidak terasa pegal- pegal.

Tapi pada minggu paginya terasa mual- mual dan sampai muntah beberapa kali. Lalu segera aku preksakan di faskes terdekat. Setelah di cek tensiku normal dan menurut dia emang efek dari cuaca yang tidak menentu saja. Pulang dari faskes tersebut dibawain obat untuk diminum dirumah. Beberapa hari sudah tidak begitu bisa tidur nyenyak. Setelah minum obat badan langsung enakan dan makan sudah normal kembali. Akan tetapi sedikit demi sedikit indera perasaku mulai berkurang perasanya. Tapi sampai sini masih belum begitu aku gubris. Soalnya indera penciumanku masih normal.

Oh iya perlu temen- temen ketahui juga aku saat ini ketika udara dingin hidung terasa pilek juga. Mulai masuk hari Senin 12 Juli 2021 aku merasakan makan sudah tidak enak dan indera penciuman turun drastis. Paginya aku masih WFH dan kerja normal dari rumah. Lalu pada jam 14:00 ijin kluar ke klinik buat tes swab antigen dan ternyata hasilnya POSITIF.

Pengalaman pertama di sogok hidung saya sampai menangis mata aku sebelah kanan. Karena yang di sogok hidung sebelah kanan. Hasil pengecekan cukup cepat. Pada waktu itu hanya menunggu sekitar 15 menit saja. Untuk tes swab antigen di klinik saya tersebut dikenakan biaya sebesar Rp 190.000,-. Harga segitu belum termasuk obat dan vitamin.

Saya juga pengen cepat sembuh dan segera kembali normal kembali. Maka saya minta obat dan vitamin juga. Sayangnya ada 2 jenis obat yang tidak tersedia di Klinik Kamila Husada tersebut. Aku harus menebus obat tersebut diapotik luar. Meskipun hanya nemu satu jenis obat saja. Jadi total pengeluarannya adalah Rp 260.000,-.

Jika kamu saat ini sedang mengidap Covid- 19 tidak perlu khawatir. Yang penting kamu tidak sedang diare, tidak sesak nafas dan mual- mual. Lalu apabila sudah terlanjur bagaimana?. Jika kamu diare coba mengkonsumsi lidah buaya. Jika sesak nafas dan mual- mual bisa meminta obat langsung ke faskes terdekat kamu.

Syukurnya mual- mual aku sudah berkurang dan badanku juga sudah berangsur normal. Jadi aku memilih untuk isolasi mandiri saja dirumah. Meskipun tidak bisa mencium dan tidak bisa merasakan yauda yang penting mindsetnya aku harus makan. Supaya badanku tidak lemas. Semua kebutuhan tubuhku harus terpenuhi.

Sepulang dirumah aku ngabarin orang rumah kalau aku positif. Buat teman- teman bisa menghimbau anggota keluarga untuk ikutan pakai masker. Dan selalu buka jendela dan pintu rumah pagi sampai sore, agar virus yang berada dirumah kita keluar rumah.Rutinitas sseperti itu yang aku alami setiap harinya.

Selain minum obat dari Klinik, aku juga minum degan hijau dicampur madu, jeruk nipis dan garam sedikit, buahnya ada apel, salak dan pepaya. Sehari minum degan campur tadi satu buah saja. Rutinitas pagi aku selalu jalan kaki selama setengah jam agar proses metabolisme tubuh lancar. Ingat jika kamu tidak terbiasa lari kamu cukup jalan kaki saja ya. Dan saat minum degan hijau jangan dibarengkan saat minum obat. Misalnya pagi jam 8 minum degan, sebaiknya siangnya saja kamu minum obatnya.

Jika kamu memilih susu sebaiknya dikasih jeda waktu ya antara minum obat sama minum susu maupun minum obat. Susu dan degan itu sifatnya bisa menetralisir obat yang masuk (Jika saya keliru tolong dikoreksi ya). Hingga beberapa hari berlalu aku selalu rutin minum degan hijau dan jalan pagi dan berjemur selama setengah jam pada jam 09:00 – 09:30. Soal makan aku makan sayuran hijau sama lauk.

Meskipun belum berasa jangan capek, harus tetap dimakani terus.Tepatnya hari kamis pagi aku coba menghirup minyak kayu putih. Alhamdulillah sudah mulai berasa bau khas dari minyak kayu putih tersebut. Akan tetapi masih harus di dekatkan dan ditempelkan dihidungku. Agak siang sedikit jam 9 aku ke puskesmas pembantu di kecamatan Jumantono untuk ikut tes swab PCR. Jika kamu belum tahu tes swab PCR itu yang diambil lendirnya pada bagian apa saja yaitu pada bagian hidung lagi caranya ya disogok lagi sama seperti pada saat swab antigen.

Bedanya pada swab PCR kamu juga disogok tenggorokanmu juga. Hasil tes ini cukup lama tidak sama seperti tes swab antigen yaitu Cuma 15 menit. Pada tes swab PCR ini masih menunggu hasil uji lab di RS Muwardi untuk mendapatkan hasil yang tepat.

Sambil menunggu hasil tetap terus makan – makanan seperti buah, kue minum degan. Pada hari ini indera perasa sudah mulai pulih sedikit- demi sedikit.

Dua hari kemudian yaitu hari sabtu hidungku sudah mulai bisa mencium bau parfum meskipun tidak didekatkan dihidung. Pada hari ini aku masih belum menerima hasil tes PCR. Buat pelajaran buat kamu jangan terlalu mengharapkan bantuan dari siapapun. Yang terpenting adalah kamu fokus pada kesehatanmu sendiri. Sampai pernah ada yang bilang “Lha itu sehat gitu kok sakit- ki sakit apa?” . Ya mungkin mereka belum pernah merasakan sakit terkena sakit Covid-19 ya seperti itu. Bagiku yang penting aku harus tetap bahagia, jaga mood, dan aku terus memakai masker. Tetap jaga kebersihan dan olahraga teratur. Gitu saja. Pada saat artikel ini aku tulis alhamdulillah keadaanku sudah jauh lebih baik.

Semogaa saat ini yang sedang terkena penyakit covid-19 semoga lekas disembuhkan. Tetap semangat buat kamu. Yang bisa menyembuhkan diri kamu ya hanya sugesti dari kamu sendiri.